Saturday, 28 June 2014

Beberapa Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Marah


Beberapa Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Marah

Terlibat ke dalam pertengkaran tidak hanya membuat suasana hati buruk. Hal itu juga membahayakan kemampuan seseorang dalam menyelesaikan tugas sehari-hari. Karena itu, para pakar memaparkan tentang beberapa kegiatan yang tidak boleh dilakukan saat marah.



1. Jangan mengemudi
Mengendarai mobil atau motor ketika sedang marah sangat berbahaya. Penelitian menunjukkan, pengemudi yang sedang marah berisiko mengalami kecelakaan. Konsentrasi pengemudi yang sedang marah mungkin saja berkurang sehingga kurang fokus melihat pejalan kaki atau mobil lainnya di jalan. “Jika harus mengemudi di saat marah, seseorang perlu membuka mata dan fokus melihat sekitar,” kata seorang psikolog klinis di Santa Monica, California, David Narang Ph.D.

2. Jangan melepas kemarahan
Melepas kemarahan mungkin membuat seseorang lebih baik, tapi hal itu justru membuat keadaan lebih buruk. Bahkan berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cyberpsychology, orang-orang yang membaca kemarahan orang lain di lini masa media sosialnya selama lima menit menjadi marah dan kurang bahagia.
Sebuah studi sebelumnya menunjukkan, melampiaskan kemarahan dengan memukul bantal tidak hanya meningkatkan kemarahan tetapi juga membentuk perilaku agresif di masa depan.

3. Jangan makan
Menenangkan amarah dengan makan dapat menjadi bumerang bagi diri sendiri. sebab, ketika seseorang sedang marah cenderung makan makanan yang tidak sehat. “Tidak ada yang pernah makan brokoli sata marah. Kebanyakan makan makanan tinggi gula, lemak, dan karbohidrat,” kata Kathy Gruver, Ph.D.

4. Jangan berdebat
Orang yang terlibat dalam perdebatan ketika marah cenderung mengeluarkan kata-kata yang akhirnya disesali. “Jika kemungkinan akan mengatakan sesuatu yang menyakiti hati seseorang, lebih baik diam sejenak selama sepuluh menit,” kata Christine M. Allen, Ph.D., psikolog dan pelatih dari Syracuse, New York. Pergunakan waktu itu sebaik mungkin untuk menenangkan pikiran dan tubuh sehingga bisa lebih tenang dalam berbicara.

5. Jangan menceritakan kemarahan di Facebook
Anda lebih baik jangan menceritakan kemarahan di Facebook. Sebab dengan begitu, orang lain dapat dengan mudah mencap Anda sebagai pemarah.

6. Jangan menulis email
Jangan menulis email ketika marah sama halnya dengan jangan berdebat saat merah. Orang cenderung mengeluarkan kata-kata kasar saat marah. Kalau kata-kata itu terlanjur ditulis dan dikirim, mungkin akhirnya Anda akan menyesali hal itu.
Jika sedang marah, lebih baik menulis pesan di kertas terlebih dahulu. “Dengan cara ini, Anda tidak perlu mengirimnya terburu-buru sambil menenangkan perasaan,” kata Christine M. Allen, Ph.D., psikolog dan pelatih dari Syracuse, New York.

7. Jangan mengabaikan tekanan darah
Sebuah studi dari European Heart Journal mengungkapkan, risiko serangan jantung dan stroke meningkat dalam dua jam setelah amarah meledak, terutama di antara pasien yang sebelumnya menderita serangan jantung. Risiko serangan jantung meningkat hampir lima kali dan risiko stroke meningkat sebesar tiga kali.
"Jika seseorang rentan terhadap tekanan darah tinggi, salah satu hal terbaik yang harus dilakukan saat marah adalah memeriksanya, " kata Bradley Bale, M.D. penulis Beat the Heart Attack Gene: The Revolutionary Plan to Prevent Heart Disease, Stroke, and Diabetes.
Seseorang mudah marah harus mengetahui bagaimana respon tekanan darah mereka. Jika diketahui akan naik, seseorang perlu berusaha mengelola kemarahan mereka.

8. Jangan memikirkannya
Daripada memikirkan kemarahan orang lain, lebih baik cari cara untuk menenangkan mereka. salah satu cara yang bisa ditempuh yaitu berusaha bersikap dingin alias tidak ikut-ikutan marah. Hal ini bisa juga membuat mereka lebih tenang.

0 Comments:

Post a Comment